SELAMAT DATANG MELIHAT SEKILAS ALBUM ALBUM DI BLOG ASMURANSYAH SEMOGA BERMANFAAT TERIMA KASIH ATAS PERHATIAANNYA

Sabtu, 21 Januari 2017

PEMBUKAAN DIKSARMIL MENWA MAHAWARMAN OLEH PANGDAM III SILIWANGI


Mayjen (TNI) M Herindra, dalam sambutannya pada upacara pembukaan Pendidikan dan Latihan Dasar Militer (Diklatsarmil) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Jawa Barat gelomban I tahun 2016-2017 di Lapang Mako Rindam III/Siliwangi, jl Menado, Bandung; Selasa (27/12) lalu.

Selanjutnya Pangdam III Siliwangi pun mengungkapkan harapannya bahwa penyelenggaraan Diklatsar ini bisa menempa para siswa menjadi pribadi yang trampil, disiplin, ulet, sanggup bekerja keras, percaya pada kemampuan diri sendiri, taat hukum, dan siap menjadi kader sekaligus penggerak kesadaran bela negara di lingkungan sosial masing-masing



“Diksar Menwa Mahawrarman bukanlah bentuk militerisasi, namun (ditujukan) semata-mata untuk pembekalan pengetahuan dan keterampilan khusus serta pembentukan sikap dan tingkah laku berlandaskan pada Pancasila dan Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa “ Papar Pangdam III/Siliwangi,
.
Diklatsamilr Menwa Mahawarman Gelombang I (tahun ajaran 2016/2017) kali ini diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari lintas batalyon dan satuan di lingkungan perguruan tinggi se-Jawa Barat; antara lain ITB, Unpak, Unpar, Uniga, Stie Yasa Anggana, Uninus STHB, UK Maranatha, Unpas, Unla, Stikes DHB, Piksi Ganesha, STAI C, Unida, Unswagati, dan Universitas Telkom. Diklatsar yang dipusatkan penyelenggaraannya di Secata TNI (AD), Pangalengan ini, direncanakan berlangsung sampai 11 Januari 2017 dengan Ahmad Latif Muttaqin (Yon IV/Gab Kompi B Unisba) mahasiswa Fakultas Dakwah/Komunikasi Penyiaran Islam angkatan tahun 2014 bertindak selaku Komandan Latihan..
“Diksarmil Menwa bukanlah bentuk militerisasi, namun (ditujukan) semata-mata untuk pembekalan pengetahuan dan ketrampilan khusus serta pembentukan sikap dan tingkah laku berlandaskan pada Pancasila dan Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa “ Papar Pangdam III/Siliwangi, Mayjen (TNI) M Herindra, dalam sambutannya pada upacara pembukaan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Jawa Barat di Lapang Mako Rindam III/Siliwangi, jl Menado, Bandung; Selasa (27/12- 2016) lalu.

Minggu, 26 Juni 2016

DIRGAHAYU RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN JAWA BARAT KE 57 TAHUN

DIRGAHAYU RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN JAWA BARAT di Hari Ulang Tahunnya yang ke 57 Tahun Bertepatan waktunya dengan Bulan Puasa Ramadhan 13 – JUNI – 2016 - 1437 H dan Berzirah Ketaman Pahlawan Buka Puasa Bersama dan Sholat Berjemaah selesai buka Puasa .
Semoga tetap Jaya menjadi panutan dalam kemahasiswaan dkampus serta tetap berprestasi dan unggul dalam olah kepemimpinan di masyarakat.
Hormat yang setinggi tingginya kepada para pendiri dan perintis Resimen Mahasiswa Indonesia dan hormat sedalam dalamnya kepada para remaja yunior dan seniors yang
telah mendahului kita semua.
NEVER CRACKS UNDER PRESSURE
WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA ,
Salam Jiwa Korsa Komando di Hari Hut berJiarah kemakam Pahlawan dlm HUT MAHAWARMAN KE-57. Nama2 Pahlawan yang dahulu kala ikut adil dlm masa perkembangan resimen Mahasiswa Mahawarman
1. Letnan Jendral Kosasih sbg Pangdam pertama di Kodam Vl/SLW
2. Letnan Jendral Mashudi Slaku Kasdam pertama di Kodam Vl/SLW, jg sbg mantan Gubernur Jabar
3. Letnan Jendral Ojik Suroto sbg Danmen pertama di Mahawarman
4. Dr. Haryanto Danu tirto slaku kepala staf pertama di Mahawarman
6. Dr. Danudirja Setia Budi (dows dekker) dan abdul muis merupakan salah satu Pahlawan Nasional
7. Mayor Jendral Darsono sbg Pangdam Vl/SLW
8. Mayor Jendral Ibrahim Adjie sbg Pangdam Vl/SLW
9. Brigadir Jendral Suhan Bujana Mantan Danmenwa Mahawarman
10. Tata Asta Yuda Mantan Danmenwa Mahawarman.



WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA SALAM KOMANDO

Senin, 30 Mei 2016

LATGANDA KOMANDO MENWA MAHAWARMAN PANTAI RANCA BUAYA GARUT

LATIHAN BERGANDA KOMANDO PENDIDIKAN DASAR KEMILITERAN RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN GELOMBANG DUA DI PANTAI RANCA BUAYA GARUT TAHUN AJARAN 2015 - 2016 DI DODIK SECATA RINDAM III SILIWANGI PANGALENGAN JAWA BARAT










Lebih lanjut Komandan Resimen Mahawarman mengingatkan bahwa setiap anggota Menwa diharapkan dapat membantu terwujudnya tata kehidupan masyarakat dan kampus yang menjunjung tinggi nilai Panca Dharma Satya dengan kejujuran dan kebenaran ilmiah yang objektif, serta menjadi elemen Bangsa Kedepan yang aktif dalam membantu kelancaran pelaksanaan berbagai program perguruan tinggi dan program kemahasiswaan lainnya dan diiuar kampus , guna mewujudkan tatanan masyarakat yang cerdas, terampil, terlatih, dan toleran dalam wawasan Kebangsaan

Senin, 18 April 2016

PEMBELAJARAN PROSES HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN RESIMEN MAHAWARMAN

PEMBELAJARAN PROSES HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN “ Pendidikan adalah memberi akan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar lebih baik dimana dalam proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan diri potensi dirinya untuk memiliki kekuatan Misi fisi Fisik spiritual keagamaan, untuk dapat pengendalian diri dalam dirinya, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dalam dirinya, untuk masyarakat, bangsa dan negara.”
Sehubungan dengan tujuan pendidikan sebagaimana terungkap di atas yakni untuk mengembangkan potensi proses pembelajaran dan mendidik, sikap dan keterampilan peserta didik maka pendidik/tenaga kependidikan  memikul tanggung jawab penuh untuk membimbing, mengajar dan melatih para Siswa siswa pendidikan dasar atas dasar norma-norma yang berlaku baik norma agama, adat, hukum, ilmu dan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Untuk mewujudkan tujuan itu perlu ditanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, berani mawas diri, beriman dan lain-lain. Hukuman pun sering diterima para siswa manakala mereka  melanggar tata tertib yang telah disepakati. Hukuman itu dimaksudkan  sebagai upaya mendisiplinkan siswa terhadap peraturan yang berlaku dalam latihan. Sebab, dengan sadar pendidik memegang prinsip bahwa disiplin itu merupakan kunci sukses hari depan. Apakah bentuk-bentuk hukuman bisa dikembangkan untuk mendisiplinkan siswa siswa diksar Pertanyaan seperti inilah menjadi dilema  bagi kaum pendidik  dalam mengemban  kewajiban dan tanggung jawabnya.

Apabila sanksi hukuman sama sekali tidak diadakan  niscaya   perilaku siswa akan lebih  semrawut seenaknya semaunya.  Kita bisa menduga-duga, ada penerapan hukuman saja bagi siswa yang melanggar masih banyak, apalagi jika sanksi hukuman ditiadakan. Tambah ruwet hancur pendidikan. Jika hukuman itu diadakan menuntut konsekuensi bagi para pendidik dan pembina itu sendiri. Maksudnya, pendidik pembina harus benar-benar bisa mengawasi sebagai suri tauladan bagi anak didiknya. Penerapan aturan hukuman bagi para siswa siswa diksar yang melanggar tetapi tidak diikuti kedisiplinan pendidik, bagaikan halilintar kilat di waktu siang malam dan kapapanpun, banyak yang menyepelekan.apa yang yang terjadi pasti kita tahu apabila siswa didik menyepelekan dan tidak disiplin kita lihat :